Surabaya, pens.ac.id – PENS merayakan Dies Natalisnya yang ke-35 dengan menggelar Sidang Terbuka Senat dan Orasi Ilmiah pada Kamis (22/6). Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung Pascasarjana PENS dipenuhi oleh semangat dan antusiasme, ketika Prof. Dr. (H.C.) Dahlan Iskan, mantan Menteri Badan Usaha Milik Nasional (BUMN) Republik Indonesia hadir sebagai pembicara utama orasi ilmiah. Kegiatan ini menjadi momen berharga untuk merefleksikan perjalanan sejarah PENS, mengapresiasi perkembangan yang telah dicapai, dan merayakan pencapaian gemilang selama 35 tahun berkiprah dalam dunia pendidikan vokasi di Indonesia khususnya pada bidang elektronika.

Pada kesempatan tersebut, Direktur PENS yakni Ali Ridho Barakbah, S.Kom., Ph.D., turut menyampaikan berbagai capaian yang telah diraih oleh PENS selama 35 tahun terakhir dalam sambutannya. Ali menegaskan bahwa capaian-capaian tersebut bukan hanya hasil kerja keras para mahasiswa dan tendik, tetapi juga para direktur sebelumnya yang telah memberikan sumbangsih kepada PENS. “PENS berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan mengembangkan inovasi yang dihasilkan mahasiswa sebagai bagian dari pendekatan Lab Based Education (LBE) hingga sukses menjadi kampus inovasi,” tuturnya.

Dahlan Iskan, dalam orasi ilmiahnya, mengajak PENS naik kelas dengan tantangan untuk lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan zaman, khususnya dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik dan pemanfaatan energi terbarukan di rumah tangga. Mantan Dirut PLN ini mengemukakan bahwa era kendaraan listrik dan aplikasi energi surya pada skala rumah tangga akan menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan dalam 5-7 tahun ke depan. PENS bisa mulai berperan dengan melakukan pendataan terhadap kendaraan lama yang dapat dikonversi menjadi kendaraan listrik. “Masyarakat akan makin pintar dan mampu mengakses berbagai informasi dari media sosial. Kalau PENS-nya tidak makin pintar, nanti akan ditinggalkan oleh masyarakat,” kata Dahlan.

Dies Natalis PENS ke-35 dimeriahkan dengan penampilan UKM Tari serta pemberian penghargaan kepada beberapa tokoh yang telah berkontribusi pada PENS. Diantaranya beberapa dosen senior seperti Henggar Budiman, Sulistyo Mahargyo B., Era Purwanto, Yoedy Moegiharto, dan lainnya. Sidang Terbuka Senat dan Orasi Ilmiah ini juga turut dihadiri oleh Dewan Penyantun dan beberapa tamu dari PPNS dan ITS. Dalam usianya yang ke-35, PENS tetap berkomitmen untuk memperkuat kiprahnya dalam bidang vokasi dan siap menghadapi masa depan dengan semangat dan kegigihan.